Posts

Celempung, Pernah Jadi Media Dakwah Dan Syiar Islam

Image
#bedebah - Tak bisa dipungkiri jika pada masa lampau, kesenian tradisional pernah menjadi media efektif untuk menyebarkan dakwah dan syiar Islam, sebut saja salah satu Wali Sanga yang mengenalkan ajaran Islam melalui media gending seperti Sunan Bonang. Di wilayah Cianjur dan Sukabumi, seni tradisional memiliki peran penting dalam menyampaikan dakwah, salah satu kesenian yang pernah digunakan dalam berdakwah adalah seni celempungan. Celempung yang terbuat dari seruas batang bambu ini mampu menghasilkan suara mirip gendang, bahkan jika dimainkan secara bersama-sama dapat melantunkan sebuah komposisi nada yang harmonis. Menurut Abah Dawang atau yang dikenal juga dengan nama Abah Tebe, pria paruh baya pemilik Padepokan Seni Sunda Sari Oneng di Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, yang pertama kali mempopulerkan seni celempung dalam berdakwah adalah Pangeran Arya Wiratanu Datar dari Cianjur yang bergelar Eyang Dalem Cikundul. Di masanya, Dalem Cikundul kerap membawakan sh...

Tentang Ruh

Image
Dimana ruh bersemayam kelak, jika saat ini aku masih juga tak percaya adanya surga atau neraka. Bergelantungankah? Melayang-layang? Atau mengisi ceruk ceruk bumi yang dalam dan lembab? Tapi aku percaya ruh itu tidak pernah musnah, ia selalu dan akan tetap ada, meski aku tak juga tau siapa yang menentukan ruh untuk mengisi tubuh yang mana hingga akhirnya ruh menjadi siapa. Ruh ada dalam ketiadaan, lalu apa yang bisa kita sombongkan, mengapa ada tubuh yang lapar sementara yang lain selalu kenyang, padahal ruh tak butuh makan, itu pun aku tak ada jawaban. Hingga kerap ku menyimpulkan jika Ruh adalah Tuhan yang berkehendak dan Tuhan itu adalah aku. Ya, setiap pribadi mungkin adalah Tuhan bagi dirinya sendiri, yang memiliki kehendak juga hasrat. Namun entahlah, malam ini aku terlalu lelah, besok aku akan coba tanyakan pada pusara Ibu yang selalu menjadi tempatku mengadu, Apakah Aku adalah Tuhan untuk diriku sendiri dan siapa ruh yang terperangkap dalam tubuh ini.

Jipeng, Perkawinan Seni Eropa Dan Sunda

Image
Jipeng atau Tanji Topeng merupakan kesenian khas yang hanya ada di Wilayah Kesatuan Adat banten Kidul atau yang kita kenal dengan Kasepuhan. Salah satunya yang masih bertahan dapat ditemukan di Kasepuhan Sinarresmi yang berada di Desa Sinarresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Meski demikian kesenian yang memadukan orkes tiup alat musik modern (eropa) dan sandiwara ini sudah jarang ditampilkan secara utuh, penampilan tanji umumnya hanya menyisakan tampilan lagu lagu saja sesekali diiringi tarian, padahal ada bagian yang sangat penting dalam pertunjukan jipeng tersebut yaitu drama atau sandiwara yang menghibur serta sarat pesan moral dan ajaran leluhur didalam pertunjukannya. Dan rupanya inilah awal muasal nama topeng disematkan dalam pertunjukan Tanji Hingga Jipeng bisa juga diartikan pesan moral atau ajaran leluhur yang disamarkan (ditopengkeun) dalam pertunjukan Tanji. Tidak dipungkiri Jipeng memang seni perpaduan antara  budaya  eropa dan sunda, menurut ...

Mang Satim, Sang Pelestari

Image
  Satim Saputra, pria kelahiran Ciamis 55 tahun lalu ini sudah sejak 1990 mencari nafkah dengan memainkan Kecapi di trotoar trotoar Kota Sukabumi. Dari jemarinya nada nada berlaras Salendro menari indah mengiringi suaranya yang lantang dengan cengkok khas lagu lagu jaipongan. Mang Satim, begitu orang biasa memanggilnya, kemampuannya bermain kecapi dipelajarinya d ari seorang seniman kacapi asal Cianjur. " 22 tahun yang lalu saya mulai belajar kecapi, waktu itu saya masih tinggal di Ciamis" Mang Satim menceritakan  awal perkenalannya dengan alat musik kecapi, "setelah itu saya mulai mengamen, sebelum di Kota Sukabumi saya pernah mengamen di Cianjur dan Kecamatan Cibadak". Ujar Satim. Sebagai seorang tunanetra memang tak banyak pekerjaan yang bisa dilakukan oleh nya, namun jelas mengemis tak pernah ada dalam kamus hidup Satim. " Saya mencintai seni, dan saya bukan pengemis, meski penghasilan  tidak tentu  tapi saya senang melakukannya", tegas Satim. * obrola...

Ragam Manfaat Serai Wangi

Image
  Sukabumi- Manfaat serai bisa kamu dapatkan dengan merebus daun serai bersama dengan teh. Rutin minum teh serai akan menghasilkan banyak manfaat yang baik untuk kesehatan tubuhmu. Manfaat serai cukup banyak dan baik untuk kesehatan karena kandungan nutrisi di dalamnya . Dalam serai terkandung banyak nutrisi yang baik untuk tubuh di antaranya adalah kalori, karbohidrat, protein, lemak, asam folat, vitamin B3, B6, B2, B1, A, C, sodium, kalium, kalsium, tembaga, besi, magnesium, mangan, selenium, dan zinc. Selain nutrisi yang cukup banyak terkandung di dalamnya, serai juga memiliki sifat antijamur, antibakteri, antiinflamasi, diuretik, antidepresan, analgesik, antipiretik, dan antioksidan. Selain itu, sereh juga memiliki aroma yang istimewa yang bisa menyejukkan suasana dan memberikan efek tenang. Serai dapat ditambahkan di berbagai macam makanan dan minuman yang fungsinya untuk menambah kenikmatan makanan atau minuman tersebut. Contohnya serai bisa digunakan untuk tambahan su...

Selamatkan Astana Binong

Image
Pohon Binong ( Tetrameles nudiflora) berdiri tegak di bagian utara pemakaman tua ini. sukabumi-  Astana (makam) Binong, nama ini di ambil dari nama pohon Binong (Tetrameles nudiflora) yang berdiri tegak di bagian utara pemakaman tua ini dan dikelilingi oleh rimbunnya pohon aren dan semak belukar. Makam ini bukan sekedar pemakaman umum biasa, ada banyak tokoh penting (karuhun) masyarakat  Sukabumi yang dimakamkan di sini, mulai dari bangsawan hingga tokoh penyebar agama islam, bahkan Raja Lombok dan keluarganyapun dimakamkan disini. Selan itu, tempat ini pun bisa menjadi kajian penyebaran agama islam di masa lalu dengan meniliti bentuk dan ragam ornamen batu nisannya. Sayang tamakya hal ini luput dari perhatian pemerintah dan masyarakat sekitar, makam baru terus bermunculan menggeser makam makam tua, bahkan beberapa batu nisan tua dengan aksara arab pegon banyak berserak di sembarang tempat. Yuk sebelum ter...

Man Jasad, Bangsa Kita Tak Lagi Mengenal Jati Dirinya

Image
Sukabumi-  Musisi yang juga budayawan sunda Mohamad Rohman atau yang lebih akrab di sapa Man Jasad, merasa sedih sekaligus prihatin terhadap generasi saat ini yang tidak lagi mengenal jati diri serta warisan leluhurnya sendiri. Hal tersebut disampaikannya dalam diskusi terkait Benda Pusaka di Museum Kipahare saat menggelar ritual Ngukuluan Sanghyang atau Membersihkan Pusaka yang berlangsung di gedung museum Baros, Kota Sukabumi kemarin, Minggu 1 November 2020. Peningalan adiluhung leluhur berupa pusaka seperti Keris dan Kujang lebih sering dimaknai sebagai senjata, padahal menurut Man pusaka pusaka tersebut bukanlah senjata melainkan lebih kepada pegangan yang meneguhkan identitas pemiliknya, Man melanjutkan benda benda tersebut bisa saja dijadikan senjata jika sudah sangat terdesak. Dari peninggalan peninggalan tersebut menegaskan jika bangsa kita, terutama bangsa sunda, bukanlah bangsa yang gemar berperang. "Jelas bangsa kita adalah bangsa yang welas asih, kepa...